You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Desa Mutihkulon

Desa Mutihkulon

Kec. Wedung, Kab. Demak, Provinsi Jawa Tengah

Serbaneka Panen Raya: Bercucur Peluh Kaum Buruh

Mizwaruddin 15 April 2019 Dibaca 81 Kali
Serbaneka Panen Raya: Bercucur Peluh Kaum Buruh

Mutih Kulon - Panen Raya Padi di Desa Mutih Kulon bukan hanya dinanti-nantikan oleh para petani, melainkan juga oleh para tukang ojek gabah dan tukang manol. Mereka turut mengais rezeki dari para penebas padi. 

Peraturan di Desa Mutih Kulon melarang truk yang dibawa oleh para penebas padi masuk ke area persawahan mengingat letak persawahan berada di belakang permukiman sehingga dikhawatirkan dapat merusak infrastruktur jalan kampung. Selain itu, para penebas juga dilarang membawa kuli panggul sendiri. Hal ini bertujuan untuk memberikan peluang kerja bagi warga desa. Benar saja, dengan diberlakukannya kedua peraturan tersebut dimanfaatkan oleh para pemuda untuk mengais pundi-pundi rupiah dengan menjadi tukang ojek gabah sekaligus tukang manol gabah.  

Dengan dilarangnya truk masuk ke area persawahan, tentunya dibutuhkan transportasi untuk mengangkut gabah dari sawah ke jalan raya. Inilah yang dimanfaatkan oleh para tukang ojek gabah. Dengan mengendarai sepeda motor yang sudah dimodovikasi, mereka berjuang menyusuri jalan persawahan dengan membawa 3-5 zak gabah. Tidak jarang mereka harus jatuh bangun dari kendaraannya karena kondisi jalan yang licin karena guyuran hujan.

Di Mutih Kulon ada dua kelompok ojek gabah, yaitu kelompok Kemantren dan Mutih Kulon. Kedua kelompok tersebut sudah bersepakat membagi area kerja sehingga tidak terjadi bentrokan gara-gara berebut angkutan. Jasa ojek yang mereka berikan dihargai Rp 300.000 per bahu. Dalam satu hari selama musim panen, masing-masing kelompok bisa mengangkut 3-5 bahu. 

Selain jasa ojek gabah mereka juga sekaligus melayani jasa manol gabah. Untuk menaikkan gabah ke truk, mereka mematok harga Rp 5.000 per kwintal. Jika diakumulasi dengan hasil ngojek,  setiap anggota bisa meraup Rp 100.000-Rp 150.000 per hari. Hasil yang mungkin tidak sebanding dengan jirih payah mereka. Tidak jarang mereka harus bekerja mulai pagi hingga larut malam.

Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2021 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp2,377,453,718 Rp2,381,321,428
99.84%
Belanja
Rp2,352,228,818 Rp2,407,694,794
97.7%
Pembiayaan
Rp26,373,366 Rp26,373,366
100%

APBDes 2021 Pendapatan

Hasil Usaha Desa
Rp2,107,000 Rp2,107,000
100%
Hasil Aset Desa
Rp229,400,000 Rp229,400,000
100%
Lain-lain Pendapatan Asli Desa
Rp2,500,000 Rp2,500,000
100%
Dana Desa
Rp1,173,993,000 Rp1,173,993,000
100%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp68,603,317 Rp68,603,317
100%
Alokasi Dana Desa
Rp433,458,290 Rp437,326,000
99.12%
Bantuan Keuangan Provinsi
Rp5,000,000 Rp5,000,000
100%
Bantuan Keuangan Kabupaten/kota
Rp461,213,500 Rp461,213,500
100%
Bunga Bank
Rp1,178,611 Rp1,178,611
100%

APBDes 2021 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa
Rp693,787,268 Rp705,635,235
98.32%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Rp1,344,120,000 Rp1,365,937,985
98.4%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan
Rp101,446,550 Rp102,723,017
98.76%
Bidang Pemberdayaan Masyarakat
Rp66,940,000 Rp86,940,000
77%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa
Rp145,935,000 Rp146,458,557
99.64%