You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Desa Mutihkulon

Desa Mutihkulon

Kec. Wedung, Kab. Demak, Provinsi Jawa Tengah

Sejarah Singkat Desa Mutih Kulon

Mizwaruddin 31 Mei 2018 Dibaca 1.378 Kali

Foto: Makam Syech Maulana Abdurrohman Burwatu (Cikal Bakal Desa Mutihkulon)

 

Desa Mutih Kulon adalah desa pertanian di Kecamatan Wedung yang warganya juga banyak yang merantau di luar kota, seperti Jakarta. Nama Desa Mutih Kulon tidak bisa lepas dari tokoh sentral yang menjadi cikal bakal desa, yaitu Syekh Maulana Abdurrahman Burwatu.

Siapakah dia? Syekh dari Hadramaut Yaman itu dipercaya sebagai cikal bakal Desa Mutih. Sebuah kuburan tua yang terdapat di tengah persawahan desa tersebut dipercaya sebagai makam syekh tersebut. Makam itu dikenal penduduk setempat sebagai Burwatu (kubur watu). Dari kisah Syekh Maulana pulalah nama Mutih didapatkan.

Dahulu kala, Sang Syekh hidup sezaman dengan Ratu Kalinyamat yang memerintah Jepara, sekitar abad ke-16. Diceritakan, Kalinyamat yang oleh penulis Portugis Diego de Conto disebut sebagai "Rainha de Jepara senhora pederose e rica" , yakni Ratu Jepara seorang wanita yang sangat berkuasa itu memiliki hobi berburu di hutan. 

Suatu ketika, kijang milik Ratu Kalinyamat terlepas dan lari ke hutan. Beliaupun memerintahkan prajuritnya untuk mencari kijang tersebut. Setelah beberapa lama mencari, mereka tidak menemukan kijang tersebut. Hingga akhirnya mereka bertemu dengan Sang Syekh. Ternyta, kijang milik Ratu Kalinyamat ditemukan oleh Sang Syekh.

Para prajuritpun kembali ke Jepara dan melaporkan peristiwa telah ditemukannya kijang itu kepada Sang ratu. Betapa senang hati Sang Ratu. Sebagai tanda terima kasih, Sang Ratu hendak memberikan hadiah kepada syekh. Ia pun mengutus para punggawanya untuk mendatangi syekh.

"Tuwasana! (Berilah hadiah!)," sabda Ratu Kalinyamat.

Rupanya, pemimpin prajurit itu agak suda pangrungon. Ia salah mendengar dan menafsirkan perintah. Sependengarannya, ratu memerintahkan"Tewasana! (Bunuhlah!)." Maka, ia pun berangkat ke Demak dengan niat menghabisi Syekh Maulana. Misi sukses dilaksanakan, dan syekh pun tewas di tangan prajurit itu.

Tapi, apa yang terjadi? Atas kehendak Allah, konon, darah yang mengalir dari diri syekh tidak berwarna merah seperti lazimnya, melainkan berwarna putih. Dari kisah itu muncullah nama Desa Mutih, yang dalam perkembangannya menjadi Mutih Wetan dan Mutih Kulon.

Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2021 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp2,377,453,718 Rp2,381,321,428
99.84%
Belanja
Rp2,352,228,818 Rp2,407,694,794
97.7%
Pembiayaan
Rp26,373,366 Rp26,373,366
100%

APBDes 2021 Pendapatan

Hasil Usaha Desa
Rp2,107,000 Rp2,107,000
100%
Hasil Aset Desa
Rp229,400,000 Rp229,400,000
100%
Lain-lain Pendapatan Asli Desa
Rp2,500,000 Rp2,500,000
100%
Dana Desa
Rp1,173,993,000 Rp1,173,993,000
100%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp68,603,317 Rp68,603,317
100%
Alokasi Dana Desa
Rp433,458,290 Rp437,326,000
99.12%
Bantuan Keuangan Provinsi
Rp5,000,000 Rp5,000,000
100%
Bantuan Keuangan Kabupaten/kota
Rp461,213,500 Rp461,213,500
100%
Bunga Bank
Rp1,178,611 Rp1,178,611
100%

APBDes 2021 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa
Rp693,787,268 Rp705,635,235
98.32%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Rp1,344,120,000 Rp1,365,937,985
98.4%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan
Rp101,446,550 Rp102,723,017
98.76%
Bidang Pemberdayaan Masyarakat
Rp66,940,000 Rp86,940,000
77%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa
Rp145,935,000 Rp146,458,557
99.64%